Butuh Rp 50 M Untuk Jadi Bupati Gresik

Persiapan Dana Calon Bupati (1)

Ongkos menjadi kepala daerah betul-betul mahal. Tak hanya di kota besar seperti Surabaya, tetapi untuk menjadi bupati di Gresik juga butuh dana yang teramat besar.

Sarminto – Gresik

Kalau ingin jadi bupati dan wakil bupati Gresik periode 2010-2015 mendatang seorang calon bupati (cabup) maupun calon wakil bupati (cawabup) harus mengeluarkan dana Rp 50 miliar. Jika tidak punya dana sebesar itu, sebaiknya cabup dan cawabup jangan bermimpi memenangkan pemilihan kepala daerah (pilkada) di kota santri ini.

Anggaran dana Rp 50 miliar tersebut adalah jumlah maksimal yang harus dikeluarkan pasangan calon cabup-cawabup. Jumlah sebesar itu digunakan antara lain, kebutuhan logistik Rp 10 miliar, dana untuk tim sukses dan saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) Rp 10 miliar, sisanya Rp 30 miliardigunakan untuk money politik di 18 kecamatan se-kabupaten Gresik.

“Kalkulasinya seperti itu, karena sekarang sudah tidak ada money politik maka, di-istilahkan dana bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk kepentingan pemilihan kepala daerah,” kata Khamsun, calon wakil bupati yang diberangkatkan dari Partai Amanat Nasional (PAN) Gresik, saat dihubungi Surabaya Pagi disela-sela mengikuti Kongres PAN di Batam, Minggu (10/1).

Namun ukuran standar rata-rata, dana untuk pilkada berkisar angka Rp 20 M saja. Jumlah itu adalah angka realistis yang harus dikeluarkan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati di tengah-tengah kondisi masyarakat saat ini yang sudah mulai melek politik. “Tanpa money politik cukup dengan Rp 20 M saja, tetapi jangan berpikiran menang dalam pertarungan pilkada,” ujar ketua DPD PAN Gresik ini sambil terkekeh.

Sedangkan menurut hitung-hitungan ketua tim pemenangan Husnul Khuluq sebagai bupati Gresik, dana minimal yang harus dikeluarkan pasangan calon bupati mencapai Rp 18 M. Dana itu nantinya harus disebar di 18 kecamatan. “Jadi bisa saja per kecamatan mendapatkan suplay dana sebesar Rp 1 M. Itu tergantung pola yang diterapkan para tim sukses calon,” kata Drs Hamim Mubhan, MAg, ketua tim pemenangan Husnul Khuluq.

Diakuinya, jumlah tersebut bisa saja bertambah. Kalau melihat karakter pemilih di Gresik, sangat mungkin dana yang disiapkan calon sekitar Rp 18 M tersebut tidak akan cukup. Paling tidak seorang calon harus menyiapkan dana 2 kali lipat dari anggaran minimal yakni sekitar 36 M. Itu kalau ingin menjadi pemenang dalam pemilihan bupati.

“Hitung-hitungan kami ya sekitar Rp 36 M, itupun kami masih melihat siapa yang kami hadapi dalam pilkada nanti. Dana sebesar itu sudah cukup digunakan untuk hal-hal teknis dan non teknis,” cetus mantan ketua DPRD Gresik pengganti Ahmad Nadir itu.

Politisi PKB ini menjelaskan, dibandingkan dengan pilkada pada tahun 2005 lalu, anggaran yang harus disiapkan pasangan calon naik 3 kali lipat lebih. Saat itu, untuk memenangkan pilkada cukup dengan dana Rp 5 M. Tetapi kalau sekarang, hanya dengan modal Rp 5 M, dana sebesar itu hanya cukup untuk sosialisasi saja. “Kenapa? karena karakter pemilih di masyarakat kita sudah mengalami pergeseran,” imbuh mantan ketua komisi B DPRD Gresik ini. Pergeseran itu tidak lain dari pemilih tradisional ke pragmatis.

sumber : http://tinyurl.com/ye5clq7



This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

Komentar

Alias:
Email:
For:  
Mail will not be published
(but it's required)
Initializing...