NU Jatim Minta Satu Suara Saja
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meminta pengurus NU di kabupaten/kota untuk mengupayakan “satu suara” dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) yang akan berlangsung pada 18 kabupaten/kota se-Jatim selama kurun tahun 2010.
“Selama ini, NU punya umat tapi selalu digarap orang lain dan bila sudah rusak justru dikembalikan kepada NU untuk memperbaiki. Itu tidak fair,” kata Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar kepada ANTARA di Surabaya, Minggu.
Oleh karena itu, kata pengasuh Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya itu, pengurus NU di semua jajaran hendaknya mementingkan “satu suara” untuk menyelamatkan NU dalam Pilkada 2010.
“Artinya, pengurus NU perlu mencarikan satu pemimpin untuk didukung warga NU dalam satu langkah. PWNU dan PCNU tidak akan mengarahkan, karena pengurus di kecamatan se-kabupatan/kota yang ada justru lebih tahu,” katanya.
Menurut dia, dukungan NU itu harus mengutamakan persatuan ulama dan umat NU, bukan mengutamakan kemenangan dalam pilkada, karena itu keputusan perlu diambil berdasarkan “istikhoroh” (shalat minta petunjuk Allah Swt.) dan musyawarah dari tingkat bawah.
“Bila pilihan jatuh kepada kader NU, maka carilah kader NU yang tumbuh dari bawah dan bila dia masih aktif dalam kepengurusan, maka dia harus nonaktif terlebih dulu,” katanya.
Ditanya kemungkinan NU akan dirugikan bila calon yang didukung justru kalah, ia mengatakan persatuan ulama dan umat NU itu jauh lebih penting dibandingkan dengan menang atau kalah dalam pilkada.
“Kalau menang, NU pasti diuntungkan, tapi kalau kalah pun tidak ada masalah, asalkan ulama dan umat NU sudah bersatu, sebab persatuan umat dan ulama NU dalam suara itu nilainya lebih mahal daripada kemenangan dalam pilkada,” katanya.
Ke-18 kabupaten/kota di Jatim yang menggelar pilkada selama kurun 2010 antara lain Surabaya, Gresik, Trenggalek, Madiun, Jember, Banyuwangi, dan Sumenep.
“Kepentingan NU dalam persatuan ulama dan NU selama pilkada itu akan menjadi salah satu rekomendasi yang akan kami usulkan dalam Muktamar ke-32 NU di Makassar pada Maret mendatang,” katanya.
sumber : http://tinyurl.com/yjjakwy




